إِذَا وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ
Itha waqaAAati alwaqiAAatu
Apabila terjadi hari Kiamat
إِذَا وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ
Itha waqaAAati alwaqiAAatu
Apabila terjadi hari Kiamat
لَيۡسَ لِوَقۡعَتِهَا كَاذِبَةٌ
Laysa liwaqAAatiha kathibatun
terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal)
خَافِضَةٞ رَّافِعَةٌ
Khafidatun rafiAAatun
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)
إِذَا رُجَّتِ ٱلۡأَرۡضُ رَجّٗا
Itha rujjati alardu rajjan
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya
وَبُسَّتِ ٱلۡجِبَالُ بَسّٗا
Wabussati aljibalu bassan
dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya
فَكَانَتۡ هَبَآءٗ مُّنۢبَثّٗا
Fakanat habaan munbaththan
maka jadilah ia debu yang berterbangan
وَكُنتُمۡ أَزۡوَٰجٗا ثَلَٰثَةٗ
Wakuntum azwajan thalathatan
dan kamu menjadi tiga golongan
فَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ
Faashabu almaymanati ma ashabu almaymanati
(yaitu golongan kanan,825) alangkah mulianya golongan kanan itu
وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ
Waashabu almashamati ma ashabu almashamati
(dan golongan kiri,826) alangkah sengsaranya golongan kiri itu
وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلسَّـٰبِقُونَ
Waalssabiqoona alssabiqoona
dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga)
أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلۡمُقَرَّبُونَ
Olaika almuqarraboona
mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah)
فِي جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ
Fee jannati alnnaAAeemi
Berada dalam surga kenikmatan
ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ
Thullatun mina alawwaleena
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
وَقَلِيلٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ
Waqaleelun mina alakhireena
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian
عَلَىٰ سُرُرٖ مَّوۡضُونَةٖ
AAala sururin mawdoonatin
mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata
مُّتَّكِـِٔينَ عَلَيۡهَا مُتَقَٰبِلِينَ
Muttakieena AAalayha mutaqabileena
mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan
يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ
Yatoofu AAalayhim wildanun mukhalladoona
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda
بِأَكۡوَابٖ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ
Biakwabin waabareeqa wakasin min maAAeenin
dengan membawa gelas, cerek dan gelas besar (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir
لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا وَلَا يُنزِفُونَ
La yusaddaAAoona AAanha wala yunzifoona
mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk
وَفَٰكِهَةٖ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ
Wafakihatin mimma yatakhayyaroona
dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih
وَلَحۡمِ طَيۡرٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ
Walahmi tayrin mimma yashtahoona
dan daging burung apa pun yang mereka inginkan
وَحُورٌ عِينٞ
Wahoorun AAeenun
dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah
كَأَمۡثَٰلِ ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ
Kaamthali allului almaknooni
laksana mutiara yang tersimpan baik
جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Jazaan bima kanoo yaAAmaloona
Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan
لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا
La yasmaAAoona feeha laghwan wala tatheeman
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa
إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا
Illa qeelan salaman salaman
tetapi mereka mendengar ucapan salam
وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ
Waashabu alyameeni ma ashabu alyameeni
Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu
فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ
Fee sidrin makhdoodin
(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri
وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ
Watalhin mandoodin
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)
وَظِلّٖ مَّمۡدُودٖ
Wathillin mamdoodin
dan naungan yang terbentang luas
وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ
Wamain maskoobin
dan air yang mengalir terus-menerus
وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ
Wafakihatin katheeratin
dan buah-buahan yang banyak
لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ
La maqtooAAatin wala mamnooAAatin
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya
وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ
Wafurushin marfooAAatin
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk
إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ
Inna anshanahunna inshaan
Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung
فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا
FajaAAalnahunna abkaran
lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan
عُرُبًا أَتۡرَابٗا
AAuruban atraban
yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya
لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ
Liashabi alyameeni
untuk golongan kanan
ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ
Thullatun mina alawwaleena
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu
وَثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ
Wathullatun mina alakhireena
dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian
وَأَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ
Waashabu alshshimali ma ashabu alshshimali
Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu
فِي سَمُومٖ وَحَمِيمٖ
Fee samoomin wahameemin
(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih
وَظِلّٖ مِّن يَحۡمُومٖ
Wathillin min yahmoomin
dan naungan asap yang hitam
لَّا بَارِدٖ وَلَا كَرِيمٍ
La baridin wala kareemin
tidak sejuk dan tidak menyenangkan
إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ مُتۡرَفِينَ
Innahum kanoo qabla thalika mutrafeena
Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah
وَكَانُواْ يُصِرُّونَ عَلَى ٱلۡحِنثِ ٱلۡعَظِيمِ
Wakanoo yusirroona AAala alhinthi alAAatheemi
dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar
وَكَانُواْ يَقُولُونَ أَئِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ
Wakanoo yaqooloona aitha mitna wakunna turaban waAAithaman ainna lamabAAoothoona
dan mereka berkata, "Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali
أَوَءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ
Awa abaona alawwaloona
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)
قُلۡ إِنَّ ٱلۡأَوَّلِينَ وَٱلۡأٓخِرِينَ
Qul inna alawwaleena waalakhireena
Katakanlah, "(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian
لَمَجۡمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ
LamajmooAAoona ila meeqati yawmin maAAloomin
pasti semua akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi
ثُمَّ إِنَّكُمۡ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلۡمُكَذِّبُونَ
Thumma innakum ayyuha alddalloona almukaththiboona
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan
لَأٓكِلُونَ مِن شَجَرٖ مِّن زَقُّومٖ
Laakiloona min shajarin min zaqqoomin
pasti akan memakan pohon zaqqum
فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ
Famalioona minha albutoona
Maka akan penuh perutmu dengannya
فَشَٰرِبُونَ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡحَمِيمِ
Fashariboona AAalayhi mina alhameemi
Setelah itu kamu akan memimun air yang sangat panas
فَشَٰرِبُونَ شُرۡبَ ٱلۡهِيمِ
Fashariboona shurba alheemi
Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum
هَٰذَا نُزُلُهُمۡ يَوۡمَ ٱلدِّينِ
Hatha nuzuluhum yawma alddeeni
Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan
نَحۡنُ خَلَقۡنَٰكُمۡ فَلَوۡلَا تُصَدِّقُونَ
Nahnu khalaqnakum falawla tusaddiqoona
Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)
أَفَرَءَيۡتُم مَّا تُمۡنُونَ
Afaraaytum ma tumnoona
Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan
ءَأَنتُمۡ تَخۡلُقُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡخَٰلِقُونَ
Aantum takhluqoonahu am nahnu alkhaliqoona
Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya
نَحۡنُ قَدَّرۡنَا بَيۡنَكُمُ ٱلۡمَوۡتَ وَمَا نَحۡنُ بِمَسۡبُوقِينَ
Nahnu qaddarna baynakumu almawta wama nahnu bimasbooqeena
Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah
عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ أَمۡثَٰلَكُمۡ وَنُنشِئَكُمۡ فِي مَا لَا تَعۡلَمُونَ
AAala an nubaddila amthalakum wanunshiakum fee ma la taAAlamoona
untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui
وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُولَىٰ فَلَوۡلَا تَذَكَّرُونَ
Walaqad AAalimtumu alnnashata aloola falawla tathakkaroona
Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran
أَفَرَءَيۡتُم مَّا تَحۡرُثُونَ
Afaraaytum ma tahruthoona
Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam
ءَأَنتُمۡ تَزۡرَعُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلزَّـٰرِعُونَ
Aantum tazraAAoonahu am nahnu alzzariAAoona
Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan
لَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَٰهُ حُطَٰمٗا فَظَلۡتُمۡ تَفَكَّهُونَ
Law nashao lajaAAalnahu hutaman fathaltum tafakkahoona
Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang
إِنَّا لَمُغۡرَمُونَ
Inna lamughramoona
(sambil berkata), "Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian
بَلۡ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ
Bal nahnu mahroomoona
bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun
أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي تَشۡرَبُونَ
Afaraaytumu almaa allathee tashraboona
Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum
ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ
Aantum anzaltumoohu mina almuzni am nahnu almunziloona
Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan
لَوۡ نَشَآءُ جَعَلۡنَٰهُ أُجَاجٗا فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ
Law nashao jaAAalnahu ojajan falawla tashkuroona
Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur
أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي تُورُونَ
Afaraaytumu alnnara allatee tooroona
Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)
ءَأَنتُمۡ أَنشَأۡتُمۡ شَجَرَتَهَآ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنشِـُٔونَ
Aantum anshatum shajarataha am nahnu almunshioona
Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan
نَحۡنُ جَعَلۡنَٰهَا تَذۡكِرَةٗ وَمَتَٰعٗا لِّلۡمُقۡوِينَ
Nahnu jaAAalnaha tathkiratan wamataAAan lilmuqweena
Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir
فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ
Fasabbih biismi rabbika alAAatheemi
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar
۞فَلَآ أُقۡسِمُ بِمَوَٰقِعِ ٱلنُّجُومِ
Fala oqsimu bimawaqiAAi alnnujoomi
Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang
وَإِنَّهُۥ لَقَسَمٞ لَّوۡ تَعۡلَمُونَ عَظِيمٌ
Wainnahu laqasamun law taAAlamoona AAatheemun
Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui
إِنَّهُۥ لَقُرۡءَانٞ كَرِيمٞ
Innahu laquranun kareemun
dan (ini) sesungguhnya Alquran yang sangat mulia
فِي كِتَٰبٖ مَّكۡنُونٖ
Fee kitabin maknoonin
dalam Kitab yang terpelihara (Lauḥ Maḥfūẓ)
لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُطَهَّرُونَ
La yamassuhu illa almutahharoona
tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan
تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Tanzeelun min rabbi alAAalameena
Diturunkan dari Tuhan seluruh alam
أَفَبِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَنتُم مُّدۡهِنُونَ
Afabihatha alhadeethi antum mudhinoona
Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Alquran)
وَتَجۡعَلُونَ رِزۡقَكُمۡ أَنَّكُمۡ تُكَذِّبُونَ
WatajAAaloona rizqakum annakum tukaththiboona
dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya)
فَلَوۡلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلۡحُلۡقُومَ
Falawla itha balaghati alhulqooma
Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan
وَأَنتُمۡ حِينَئِذٖ تَنظُرُونَ
Waantum heenaithin tanthuroona
dan kamu ketika itu melihat
وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنكُمۡ وَلَٰكِن لَّا تُبۡصِرُونَ
Wanahnu aqrabu ilayhi minkum walakin la tubsiroona
dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat
فَلَوۡلَآ إِن كُنتُمۡ غَيۡرَ مَدِينِينَ
Falawla in kuntum ghayra madeeneena
maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah)
تَرۡجِعُونَهَآ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ
TarjiAAoonaha in kuntum sadiqeena
kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar
فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ
Faamma in kana mina almuqarrabeena
Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah)
فَرَوۡحٞ وَرَيۡحَانٞ وَجَنَّتُ نَعِيمٖ
Farawhun warayhanun wajannatu naAAeemin
maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan
وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ
Waamma in kana min ashabi alyameeni
Dan jika dia termasuk golongan kanan
فَسَلَٰمٞ لَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ
Fasalamun laka min ashabi alyameeni
maka, "Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!" (sambut malaikat)
وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ
Waamma in kana mina almukaththibeena alddalleena
Namun jika dia termasuk golongan yang mendustakan dan sesat
فَنُزُلٞ مِّنۡ حَمِيمٖ
Fanuzulun min hameemin
maka dia disambut siraman air yang mendidih
وَتَصۡلِيَةُ جَحِيمٍ
Watasliyatu jaheemin
dan dibakar di dalam neraka
إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلۡيَقِينِ
Inna hatha lahuwa haqqu alyaqeeni
Sungguh, inilah keyakinan yang benar
فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ
Fasabbih biismi rabbika alAAatheemi
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar